CAHAYA
Pengertian
cahaya adalah
pancaran elektromagnetik yang terlihat oleh mata telanjang manusia. Setiap hari bumi diguyur energi
yang banyak sekali dari Matahari, dalam waktu satu tahun, satu meter persegi
tanah di bagian dunia yang banyak cahaya mataharinya menerima lebih dari 2.000
kilowatt-jam energi cahaya. Seandainya semua energi ini dapat dikumpulkan dan
dapat diubah menjadi listrik, jumlahnya akan cukup membuat satu katel air
mendidih tanpa henti selama hampir enam minggu. Di dunia alam, sebagian kecil
energi cahaya dikumpulkan oleh daun-daun tumbuhan dan digunakan sebagai bahan
bakar untuk pertumbuhannya. Namun kini cahaya matahari sudah banyak digunakan
untuk berbagai kebutuhan kehidupan manusia.
Apabila kita berpergian sambil menikmati beberapa keindahan alam sekitar kita seperti memandang langit biru yang cerah, gunung-gunung yang tampak menjulang tinggi, sawah hijau membentang, dan bunga-bunga yang beraneka warna. Kita dapat menikmati semua keindahan alam tersebut karena ada cahaya yang dipancarkan atau dipantulkan oleh benda yang masuk kedalam mata. Cahaya mempunyai peranan penting dalam kehidupan kita.
Apabila kita berpergian sambil menikmati beberapa keindahan alam sekitar kita seperti memandang langit biru yang cerah, gunung-gunung yang tampak menjulang tinggi, sawah hijau membentang, dan bunga-bunga yang beraneka warna. Kita dapat menikmati semua keindahan alam tersebut karena ada cahaya yang dipancarkan atau dipantulkan oleh benda yang masuk kedalam mata. Cahaya mempunyai peranan penting dalam kehidupan kita.
v Sifat cahaya:
1. Cahaya Merambat Lurus
Salah satu bukti bahwa cahaya merambat
lurus adalah cahaya yang masuk melalui celah-celah jendela, juga genting kaca.
Berkas cahaya yang melewati genting kaca atau celah jendela, bila diamati dalam
ruangan yang agak gelap akan terlihat seperti batang lurus.
Percobaan seperti terlihat pada gambar di
samping, juga dapat membuktikan bahwa cahaya merambat lurus. Nyala lilin dapat
terlihat saat lubang pada ketiga karton berada pada satu garis lurus. Namun
saat salah satu karton digeser, cahaya lilin tidak terlihat lagi.
Sifat cahaya yang selalu merambat lurus
ini dimanfaatkan manusia pada pembuatan lampu senter dan lampu kendaraan
bermotor.
2. Cahaya Menembus Benda bening
Dapatkah kamu melihat benda yang berada
di balik kaca dan plastik yang bening?
Ya. Itu merupakan bukti bahwa cahaya
dapat menembus benda bening. Berdasarkan dapat atau tidaknya di tembus cahaya,
benda-benda digolongkan menjadi 3:
* Opaque atau benda tidak tembus
cahaya
Adalah benda gelap yang tidak dapat
ditembus oleh cahaya sama sekali. Opaque memantulkan semua cahaya yang
mengenainya. Benda semacam ini juga Beberapanya adalah buku, kayu, tembok, dan
air keruh.
* Benda Bening
Yakni benda-benda yang dapat
ditembus cahaya. Benda bening juga sering disebut benda transparant. Benda
transparant meneruskan semua cahaya yang mengenainya. Contohnya kaca yang
bening dan air jernih
* Benda Transluent
Benda transluent adalah benda-benda
yang dapat meneruskan sebagian cahaya yang datang dan menyebarkan sebagian
cahaya yang lainnya.Contohnya kain gorden tipis, dan beberapa jenis plastik.
Saat berada di tempat yang terang, di
belakang tubuhmu terbentuk bayangan hitam bukan? Bagaimana bayangan tersebut
terbentuk? Saat cahaya mengenai benda gelap, akan membentuk bayangan. Bayangan
dibedakan menjadi dua, yakni bayangan nyata dan bayangan maya. Bayangan
maya(semu) adalah bayangan yang dapat dilihat mata, tapi tidak dapat ditangkap
pada layar, sedangkan bayangan nyata adalah bayangan yang dapat ditangkap
layar. Bayangan pada cermin adalah contoh bayangan maya, sedangkan contoh
bayangan nyata adalah bayangan yang dibentuk oleh LCD Projector pada layar.
3. Cahaya
Dapat Dipantulkan
Pemantulan (refleksi) atau pencerminan adalah proses terpancarnya
kembali cahaya dari permukaan benda yang terkena cahaya. Contoh peristiwa
pemantulan cahaya adalah saat kita bercermin. Bayangan tubuh kita akan terlihat
di cermin, karena cahaya yang dipantulkan tubuh kita, saat mengenai permukaan
cermin, dipantulkan, atau dipancarkan kembali hingga masuk ke mata kita.
Pemantulan pada cermin, termasuk
pemantulan teratur. Pemantulan teratur terjadi pada benda yang permukaannya
rata dan mengkilap/licin. Pada benda semacam ini, cahaya dipantulkan dengan
arah yang sejajar, sehingga dapat membentuk bayangan benda dengan sangat baik.
Pada benda yang permukaannya tidak rata,
cahaya yang datang dipantulkan dengan arah yang tidak beraturan. Pemantulan
semacam ini disebut pemantulan baur, atau pemantulan difus.
W. Snellius mengemukakan hukum pemantulan
cahaya. Menurut Snellius, saat cahaya mengenai permukaan permukaan datar yang
rata, akan berlaku aturan-aturan sebagai berikut.
a.
Sinar datang ( sinar jatuh ), garis normal dan sinar pantul terletak
pada satu bidang datar.
b.
Sudut sinar datang ( sinar jatuh ), selalu sama dengan sudut sinar
pantul.
@
SIMULASI @
4. Cahaya
dapat dibiaskan
Cobalah untuk memasukkan sebatang pensil
ke dalam gelas yang berisi air ( tinggi air setengah tinggi gelas saja), Apa
yang kamu lihat pada pensil tepat pada batas antara air dan udara dalam gelas?
Pembiasan Cahaya
Peristiwa semacam ini terjadi akibat
proses pembiasan. Pembiasan adalah pembelokan arah rambat cahaya, saat melewati
dua medium yang berbeda kerapatannya.
Pembiasan cahaya dimanfaatkan manusia dalam
pembuatan berbagai alat optik.
Snellius mengemukakan sebuah teori
tentang pembiasan cahaya, yang berbunyi:
* Sinar datang, garis normal, dan
sinar bias terletak pada satu bidang dan berpotongan di satu titik.
* Sinar datang dari medium kurang
rapat ke medium lebih rapat, dibiaskan mendekati garis normal. Sebaliknya sinar
datang dari medium lebih rapat ke medium kurang rapat dibiaskan menjauhi garis
normal.
5. Cahaya dapat Diuraikan
Apa warna cahaya matahari? Cahaya putih
seperti cahaya matahari termasuk jenis cahaya polikromatik. Cahaya polikromatik
adalah cahaya yang tersusun atas beberapa komponen warna. Cahaya putih tersusun
atas spektrum-spektrum cahaya yang berwarna merah, jingga, kuning, hijau, biru,
nila, dan ungu. Spektrum warna yang tidak dapat diuraikan lagi disebut cahaya
monokromatik.
Cahaya putih dapat diuraikan. Saat
melewati prisma, cahaya putih akan mengalami dispersi (penguraian).
Contoh peristiwa dispersi cahaya yang
terjadi secara alami adalah peristiwa terbentuknya pelangi. Pelangi terbentuk
dari cahaya matahari yang diuraikan oleh titik-tititk air hujan di langit.
v Cahaya Merupakan Gelombang
Elektromagnetik
Gelombang
adalah getaran yang merambat. Gelombang dapat dipantulkan jika mengenai
penghalang atau rintangan. Selain itu gelombang dapat dibiaskan jika masuk pada
medium yang berbeda. Salah satu jenis gelombang itu adalah gelombang
elektromagnetik dengan mempunyai cepat rambat
Ada
satu perbedaan gelombang elektromagnetikdengan gelombang lainya yaitu medium
atau zat antaranya. Gelombang elektromagnetik tidak memerlukan medium dalam
perambatannya. gelombang elektromagnetik dapat merambat di dalam ruang hampa.
Menurut teori gelombang dari Christian Huygens (1629-1695), cahaya pada
dasarnya sama dengan berbunyi. Perbedaannya hanya terletak pada frekuensi dan
panjang gelombangnya. Selain itu, menurut James Clerk Maxwell (1831-1879),
cahaya adalah gelombang elektromagnetik.
v Cahaya Merambat Lurus
Kita
dapat melihat sebuah benda karena ada berkas cahaya yang dipantulkan oleh benda
itu masuk ke mata kita. cahaya pada benda berasal dari sumber cahaya. Ada dua
sumber cahaya yaitu alami dan buatan. Contoh sumber cahaya alami adalah
matahari dan bintang, adapun sumber cahaya buatan misalnya lampu, senter, dan
lilin.
Dari
sumber cahaya, gelombang cahaya merambat ke semua arah. Apabila medium yang
dilalui gelombang cahaya serba sama di semua bagiannya, gelombang cahaya
merambat menurut garis lurus. Dalam kehidupan sehari-hari kita dapat mengamati
cahaya merambat lurus, Misalnya, pagi hari, cahaya matahari yang masuk ke rumah
melalui celah yang kecil selalu tampak berupa batang-batang putih yang lurus.
Berkas lampu pula jika kita melihat film di bioskop. Berkas cahaya dari lampu
proyektor film berupa batang-batang putih yang lurus.
v Pemantulan Cahaya
Jika
cahaya mengenai suatu permukaan maka cahaya akan dipantulkan. salah satu contoh
apabila di dalam ruang gelap dijatuhkan seberkas sinar ketitik S pada keping
optik, sinar itu akan dipantulkan, kemudian jika cermin diputar sehingga sudut
datangnya berubah maka sudut pantulnyapun berubah.
Hukum
Pemantulan Cahaya
1.
Sinar datang, garis normal, dan sinar pantul selalu terletak pada sebuah bidang
datar.
2.
Sudut datang selalu sama dengan sudut pantul
Ø Macam-macam Pemantulan
Cahaya
Ada
dua jenis pemantulan cahaya, yaitu pemantulan baur dan pemantulan
teratur.
·
Pemantulan Baur
Pemantulan
baur yaitu pemantulan cahaya yang acak atau tidak teratur. Hal ini disebabkan
cahaya mengenai permukaan yang tidak rata, misalnya pada permukaan tembok.
Dengan demikian, benda akan tampak lebih jelas.
·
Pemantulan Teratur
Pemantulan
teratur yaitu pemantulan cahaya yang teratur. Hal ini disebabkan cahaya
mengenai permukaan yang halus dan rata, misalnya permukaan cermin atau
kaca.
Jika
kita letakan sebuah lilin yang menyala di depan cermin datar, akan terlihat
bayangan lilin itu. Apabila lilin itu digeser ke kanan atau ke kiri, menjauh
atau mendekat terhadap cermin tenyata kita akan memperoleh bayangan dan gerak
yang sama. hal ini terjadi jika kita berada di depan cermin datar itu.
Bayangan
yang terbentuk karena sinar-sinar dipantulkan secara teratur oleh suatu
permukaan.
Ø Pemantulan Pada
Cermin
Ada
tiga jenis cermin yang dapat menghasilkan bayangan, yaitu cermin datar, cermin
cekung, dan cermin cembung.
·
Pemantulan pada Cermin Datar
Cermin
datar adalah sebuah cermin yang permukaan pantulannya berupa bidang datar.
Apabila kita amati kegiatan tentang pemantulan teratur, kita akan melihat bahwa
bayangan pada cermin datar mempunyai sifat tertentu.
Bayangan
yang terbentuk akan selalu sama dengan bendanya baik kedudukannya maupun
besarnya.
Dari
penjelasan di atas, kita dapat memperoleh sifat-sifat cermin datar sebagai
berikut :
1)
Jarak bayangan ke cermin (s') = jarak benda kecermin (s)
2)
Tinggi bayangan yang terbentuk (h') = tinggi bendanya (h)
3)
Posisi-bayangan = posisi bendanya
4)
Bayangan bersifat maya karena di belakang cermin dan bentuk oleh potongan dan perpanjangan sinar pantulnya.
5)
Jarak bayangan selalu diberi tanda negatif.
6)
Bayangan saling bertukar sisi dengan bendanya.
·
Pemantulan pada Cermin Cekung
Ada
tiga jenis berkas cahaya, yaitu berkas cahaya yang sejajar, mengumpul
(konvergen), dan menyebar (divergen).
Cermin
cekung adalah cermin lengkung yang didalamnya dapat memantulkan cahaya.
disamping itu, cermin cekung bersifat konvergen atau mengumpulkan sinar.
Sinar-sinar
istimewa pada cermin cekung ada tiga, yaitu :
1)
Sinar sejajar sumbu utama dapat dipantulkan melalui fokus
2)
Sinar melalui titik pusat dipantulkan kembali melalui titik pusat
3)
Sinar melalui fokus dipantulkan sejajar dengan sumbu utama.
ü Cahaya dapat membentuk 2
macam bayangan :
1.
Bayangan maya/ semu yaitu bayangan ang terbentuk oleh perpotongan perpanjangan
sinar pantul atau sinar bias, bayangan ini dapat dilihat langsung oleh mata.
2.
Bayangan nyata / sejati yaitu bayangan yang terbentuk oleh perpotongan langsung
sinar pantul atau sinar bias, untuk dapat melihat banyangan ini harus dapat
ditangkap oleh layar.
·
Pemantulan pada Cermin Cembung
Cermin
cembung adalah cermin lengkung yang bagian luarnya dapat memantulkan cahaya.
cermin ini bersifat divergen atau menyebar sinar.
Cermin
cembung juga memiliki tiga sinar istimewa yaitu :
1)
Sinar sejajar sumbu utama dipantulkan seolah-olah dari fokus
2)
Sinar yang menuju titik pusat kelengkungan cermin dipantulkan kembali melalui
titik pusat
3)
Sinar Melalui fokus dipantulkan sejajar sumbu utama.
Berdasarkan
sifat pembentukannya, cermin cekung dan cermin cembung dapat dibedakan
kegunaannya. Cermin cekung banyak digunakan sebagai reflektor pada lampu mobil,
lampu motor, lampu senter, dan lain-lain. Selain itu, digunakan pula pada
alat-alat OHP (Overhead Projektor), proyektor film, dan teleskop. Adapun cermin
cembung banyak digunakan untuk kaca sepion kendaraan bemotor.